Pura Besakih

Pura terbesar di Bali

Pura terbesar di Bali yang sering disebut sebagai “Mother of Temple” adalah Pura Besakih. Tidak hanya di Pulau Bali, Pura Besakih juga merupakan pura terbesar di Indonesia. Saking besarnya dan komplek pura yang jumlahnya banyak, membuat kita memerlukan waktu lebih dari satu hari untuk bisa menjelajahi semua area pura. Wisatawan umumnya hanya mengunjungi Pura Penataran Agung.  Ini adalah  yang paling utama dan terbesar di area komplek Pura Besakih. Diperuntukkan untuk pemujaan dewa Tri Murti, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa. Selain Pura Penataran Agung, ada 18 pura pendamping lain yang ada di dalam Pura Besakih.

Mother of Temple

Sebagai pura induk dari semua pura di Bali, Pura Besakih memiliki jenis upakara yang paling banyak dan menjadi pusat pelaksanaan upacara keagamaan. Kegiatan perayaan hari-hari besar keagamaan Hindu juga sering diadakan disini. Jadi, jika kalian berkunjung kesini bertepatan dengan perayaan hari raya, jangan heran dengan banyaknya warga masyarakat yang memenuhi tangga arah masuk pura. Bahkan pemandangan yang berdesak-desakan akan menjadi lumrah pada hari-hari tersebut.

Berkeliling di Pura Besakih

Bila kalian merasa membutuhkan jasa pemandu wisata untuk menjelaskan dan mendampingi kalian, tersedia banyak jasa pemandu di area masuk retribusi Pura Besakih. Cobalah untuk melakukan diskusi harga dengan para pemandu, tapi tetap dengan harga yang masuk akal ya, supaya perjalanan kalian tetap berkesan!

Daya tarik Pura di Bali

Bali disebut sebagai Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura bukan tanpa alasan. Di Bali anda akan menemukan banyak pura Hindu, dari yang ukurannya kecil sampai besar, dengan keunikan dan sejarah yang berbeda-beda. Objek wisata pura di Bali membuktikan bahwa Bali memiliki banyak kebergaman yang menarik. Wisatawan tidak akan merasa bosan untuk berkunjung kembali. 

Lokasi, jam buka, hingga peraturan di Pura Besakih

Pura Besakih a.k.a pura terbesar di Bali berada 900 meter dari lereng Gunung Agung, tepatnya di Jalan Gunung Mas No.Ds, Besakih, Rendang, Kabupaten Karangasem. Dibuka 24 jam bagi yang ingin bersembahyang, namun bagi yang hanya ingin berkunjung jam buka mulai pukul 08.00 – 17.00. Karena tempat ini adalah areal tempat suci, maka perlu diperhatikan untuk selalu menjaga kesopanan saat berada disana. Jagalah tutur kata dan sikap saat berada di areal pura. Meskipun kalian tidak beragama Hindu, tapi wajib untuk mengenakan udeng (penutup kepala) dan kamen (sejenis sarung). Jadi jangan lupa untuk membawa barang tersebut atau kalian tidak akan diizinkan masuk. Bagi kaum wanita yang sedang haid, ada larangan untuk memasuki setiap tempat suci yang ada di Bali.

 

Source picture : tripadvisor.co.id
Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *